-MENGURAI SKANDAL BLBI - Part 2

-Jika dalam kultwit sebelumnya kita membahas kronologis BLBI, maka dalam kultwit ini kita akan melihat bagaimana kerugian negara terjadi
-Kami usahakan sebisa mungkin membuatnya menjadi sederhana agar kita bisa melihat 'big picture' nya.
-Byk yang mengira penyaluran dana BLBI hanya pd era Soeharto saja. Pandangan ini salah sebab BLBI masih berlanjut pd pemerintah2 berikutnya
-Sebagai gambaran berikut kami tuliskan besaran penyaluran dana BLBI dari satu pemerintahan ke pemerintahan yang lain:
-Era Soeharto 144 T, Era Habibie menjadi 210 T, Era Gus Dur hingga Mega menjadi 640 T. Jadi di era Gus Dur dan Mega ini tjd penambahan 430 T
-Yang menarik disini, pada pemerintahan Megawati ada kebijakan pemberian bunga pada Obligasi Rekap (OR), yg nanti akan kami jelaskan
-Akibat kebijakan pemberian bunga pd OR ini maka beban yg harus bayar dari APBN selama 10 tahun adalah sebesar 600 triliun!!
-Lebih menakjubkan lagi, pemerintah yg sebelumnya membantu bank-bank tsb secara aneh justru menjadi pihak yg berhutang pada bank-bank tsb
-Bagaimana sulap canggih yang merugikan keuangan negara hingga sampai ke anak cucu ini bisa terjadi? Mari kita urai satu persatu
-Jika diawal prosesnya pemberian BLBI dilakukan dgn pengambil alihan aset lalu baru pengucuran dana sesuai aset yang diambil alih,
-Maka pada era Gus Dur - Megawqati dibalik, dana dikucurkan dulu baru aset dievaluasi. Inilah yg melahirkan moral hazard
-Ketika Gus Dur lengser dan digantikan Megawati, maka program BLBI dilanjutkan. Namun ada tambahan program, yaitu penerbitan obligasi rekap
-Program Obligasi Rekap (OR) ini sesungguhnya adalah akal2an IMF utk membangkrutkan negara dengan modus seolah-olah membantu
-Bank-bank yg kecukupan modalnya atau Capital Adequacy Ratio (CAR)-nya antara minus 25% atau lebih baik harus dinaikkan sampai menjadi 8 %
-Caranya adlh dgn menaikkan modal ekuitinya, krn CAR adlh Modal Ekuiti dibagi dgn Asset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR)
-Tetapi krn pemerintah tidak memiliki uang tunai utk menaikkan Ekuiti, maka sebagai penggantinya diterbitkan Surat Hutang..
-Yg diinjeksikan kepada bank-bank tsb hingga nilai CAR-nya 8%. Sesuai dgn ketentuan Bank for International Settlement (BIS) di Bazel, Swiss
-Surat hutang yg diterbitkan utk meningkatkan CAR bank-bank ini disebut Obligasi Rekapitalisasi Perbankan atau Obligasi Rekap (OR)
-Sekarang kita akan memasuki bagian anehnya. Siapkan pikiran jernih dan logika secukupnya tweeps..!
-Sebagaimana layaknya surat hutang, OR juga mengandung kewajiban pembayaran bunga. Artinya Pemerintah membayar bunga pada bank-bank tsb
-Jadi OR mempunyai dua fungsi. Yang pertama adalah meningkatkan kecukupan modal atau solvency.
-Yang kedua adalah untuk memperoleh pendapatan bunga, agar bank tidak menderita kerugian.
-Sampai disini mulai bisa dipahami? Bank-bank tsb justru mendapatkan bunga yg luar biasa besar dari bantuan yg diberikan pemerintah
-Perhatikan baik2. Bank-bank tsb dibantu pemerintah agar tidak tutup karena tidak memenuhi kecukupan modal.
-Bantuan diberikan dalam bentuk surat hutang yg dinamakan OR. Selanjutnya pemerintah mendadak menjadi punya hutang pada bank-bank tersebut
-Bunga pertahun yg harus dibayarkan pemerintah kepada bank-bank tsb sekitar 13-14%, dengan masa jatuh tempo selama 10 tahun.
-Jadi dari total obligasi rekap Rp 430 T dgn jangka waktu 10 tahun, maka bunga yang harus dibayar dari APBN adalah sejumlah Rp 600 T
-Lihatlah, bagaimana IMF melakukan sim salabim. Dari yg awalnya pemerintah hanya membantu berubah jadi beban hutang untuk anak cucu kita
-Nyalain sesuatu bentar...
-Dgn penerbitan OR, negara jadi terus berhutang kpd bank-bank tsb. Dan pajak yg masyarakat bayarkan tiap tahun digunakan utk membiayai mrk
-Bunga yang dibayarkan pemerintah yg katanya untuk bertahan hidup pada kenyataannya berubah jadi profit luar biasa bagu bank-bank tersebut
-Meskipun tidak masuk akal, tapi masih bisa diterima mengingat kepemilikan saham bank-bank tersebut diambil alih pemerintah
-Namun rupanya permainan sulap belum berakhir. Puncak dari segala keanehan justru terjadi pada proses penjualan saham bank-bank tsb
-Atas desakan IMF bank-bank penerima BLBI tersebut dipaksa dijual secara obral, yang penting terjual. Berapapun harganya tak perduli!
-Bank-bank tersebut dijual dalam keadaan sudah sehat dan menguntungkan. Namun anehnya bank--bank tersebut dijual dengan OR di dalamnya
-Artinya, siapapun yg membeli bank-bank itu akan mendapat bonus OR di dalamnya. Disinilah terjadi penjarahan luar biasa terhadap negara.
-Kita ambil contoh yg paling fenomenal adalah penjualan BCA dengan nilai Rp 10 T, dimana didalamnya ada OR Rp 60 T dan laba ditahan 4 T
-Artinya dengan 10 T pihak pembeli akan menerima keuntungan langsung sebesar 4 T plus 60 T dalam bentuk tagihan pada pemerintah
-Benar saja, akhirnya oleh pembeli OR segera diobral ke publik demi keuntungan instant. Dan negara harus menanggung hutang konyol ini
-Seharusnya saat bank-bank tersebut dijual pemerintah mengeluarkan OR dari dalamnya. Toh bank tersebut dijual dalam keadaan sehat
-Sebab awal kebijakan OR itu sendiri adalah untuk membantu kecukupan modal bank dan - meskipun aneh - membantu pendapatan bank dari bunga OR
-Namun mengapa bank-bank tersebut dijual berikut tagihan kepada pemerintah di dalamnya? Bukankah banknya sendiri sudah sehat?
-Masih misteri mengapa pemerintah Megawati melakukan kekonyolan yg sedemikian rupa. Namun beban hutangnya masih kita rasakan hingga kini
-Memang masalah OR BLBI ini adalah masalah kebijakan yg sulit dimintai pertanggung jawaban hukum. Namun nuansa kongkalikongnya sangat terasa
-Masih ada kejanggalan2 lain terkait BLBI ini. Terutama mengenai terbitnya SKL BLBI di masa pemerintahan Megawati
-Khusus untuk SKL BLBI rupanya mengandung unsur pidana korupsi yang indikasinya terlihat dari kasus Jaksa Urip yg telah divonis itu
-Apa dan bagaimana kasus SKL BLBI tersebut? Siapa yg harus bertanggung jawab atas skandal tsb?
-Untuk jawabannya silakan ikuti lanjutan kultwit ini besok. TO BE CONTINUED
-Nyalain sesuatu lagi yuuk... :)

-Kami usahakan sebisa mungkin membuatnya menjadi sederhana agar kita bisa melihat 'big picture' nya.
-Byk yang mengira penyaluran dana BLBI hanya pd era Soeharto saja. Pandangan ini salah sebab BLBI masih berlanjut pd pemerintah2 berikutnya
-Sebagai gambaran berikut kami tuliskan besaran penyaluran dana BLBI dari satu pemerintahan ke pemerintahan yang lain:
-Era Soeharto 144 T, Era Habibie menjadi 210 T, Era Gus Dur hingga Mega menjadi 640 T. Jadi di era Gus Dur dan Mega ini tjd penambahan 430 T
-Yang menarik disini, pada pemerintahan Megawati ada kebijakan pemberian bunga pada Obligasi Rekap (OR), yg nanti akan kami jelaskan
-Akibat kebijakan pemberian bunga pd OR ini maka beban yg harus bayar dari APBN selama 10 tahun adalah sebesar 600 triliun!!
-Lebih menakjubkan lagi, pemerintah yg sebelumnya membantu bank-bank tsb secara aneh justru menjadi pihak yg berhutang pada bank-bank tsb
-Bagaimana sulap canggih yang merugikan keuangan negara hingga sampai ke anak cucu ini bisa terjadi? Mari kita urai satu persatu
-Jika diawal prosesnya pemberian BLBI dilakukan dgn pengambil alihan aset lalu baru pengucuran dana sesuai aset yang diambil alih,
-Maka pada era Gus Dur - Megawqati dibalik, dana dikucurkan dulu baru aset dievaluasi. Inilah yg melahirkan moral hazard
-Ketika Gus Dur lengser dan digantikan Megawati, maka program BLBI dilanjutkan. Namun ada tambahan program, yaitu penerbitan obligasi rekap
-Program Obligasi Rekap (OR) ini sesungguhnya adalah akal2an IMF utk membangkrutkan negara dengan modus seolah-olah membantu
-Bank-bank yg kecukupan modalnya atau Capital Adequacy Ratio (CAR)-nya antara minus 25% atau lebih baik harus dinaikkan sampai menjadi 8 %
-Caranya adlh dgn menaikkan modal ekuitinya, krn CAR adlh Modal Ekuiti dibagi dgn Asset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR)
-Tetapi krn pemerintah tidak memiliki uang tunai utk menaikkan Ekuiti, maka sebagai penggantinya diterbitkan Surat Hutang..
-Yg diinjeksikan kepada bank-bank tsb hingga nilai CAR-nya 8%. Sesuai dgn ketentuan Bank for International Settlement (BIS) di Bazel, Swiss
-Surat hutang yg diterbitkan utk meningkatkan CAR bank-bank ini disebut Obligasi Rekapitalisasi Perbankan atau Obligasi Rekap (OR)
-Sekarang kita akan memasuki bagian anehnya. Siapkan pikiran jernih dan logika secukupnya tweeps..!
-Sebagaimana layaknya surat hutang, OR juga mengandung kewajiban pembayaran bunga. Artinya Pemerintah membayar bunga pada bank-bank tsb
-Jadi OR mempunyai dua fungsi. Yang pertama adalah meningkatkan kecukupan modal atau solvency.
-Yang kedua adalah untuk memperoleh pendapatan bunga, agar bank tidak menderita kerugian.
-Sampai disini mulai bisa dipahami? Bank-bank tsb justru mendapatkan bunga yg luar biasa besar dari bantuan yg diberikan pemerintah
-Perhatikan baik2. Bank-bank tsb dibantu pemerintah agar tidak tutup karena tidak memenuhi kecukupan modal.
-Bantuan diberikan dalam bentuk surat hutang yg dinamakan OR. Selanjutnya pemerintah mendadak menjadi punya hutang pada bank-bank tersebut
-Bunga pertahun yg harus dibayarkan pemerintah kepada bank-bank tsb sekitar 13-14%, dengan masa jatuh tempo selama 10 tahun.
-Jadi dari total obligasi rekap Rp 430 T dgn jangka waktu 10 tahun, maka bunga yang harus dibayar dari APBN adalah sejumlah Rp 600 T
-Lihatlah, bagaimana IMF melakukan sim salabim. Dari yg awalnya pemerintah hanya membantu berubah jadi beban hutang untuk anak cucu kita
-Nyalain sesuatu bentar...
-Dgn penerbitan OR, negara jadi terus berhutang kpd bank-bank tsb. Dan pajak yg masyarakat bayarkan tiap tahun digunakan utk membiayai mrk
-Bunga yang dibayarkan pemerintah yg katanya untuk bertahan hidup pada kenyataannya berubah jadi profit luar biasa bagu bank-bank tersebut
-Meskipun tidak masuk akal, tapi masih bisa diterima mengingat kepemilikan saham bank-bank tersebut diambil alih pemerintah
-Namun rupanya permainan sulap belum berakhir. Puncak dari segala keanehan justru terjadi pada proses penjualan saham bank-bank tsb
-Atas desakan IMF bank-bank penerima BLBI tersebut dipaksa dijual secara obral, yang penting terjual. Berapapun harganya tak perduli!
-Bank-bank tersebut dijual dalam keadaan sudah sehat dan menguntungkan. Namun anehnya bank--bank tersebut dijual dengan OR di dalamnya
-Artinya, siapapun yg membeli bank-bank itu akan mendapat bonus OR di dalamnya. Disinilah terjadi penjarahan luar biasa terhadap negara.
-Kita ambil contoh yg paling fenomenal adalah penjualan BCA dengan nilai Rp 10 T, dimana didalamnya ada OR Rp 60 T dan laba ditahan 4 T
-Artinya dengan 10 T pihak pembeli akan menerima keuntungan langsung sebesar 4 T plus 60 T dalam bentuk tagihan pada pemerintah
-Benar saja, akhirnya oleh pembeli OR segera diobral ke publik demi keuntungan instant. Dan negara harus menanggung hutang konyol ini
-Seharusnya saat bank-bank tersebut dijual pemerintah mengeluarkan OR dari dalamnya. Toh bank tersebut dijual dalam keadaan sehat
-Sebab awal kebijakan OR itu sendiri adalah untuk membantu kecukupan modal bank dan - meskipun aneh - membantu pendapatan bank dari bunga OR
-Namun mengapa bank-bank tersebut dijual berikut tagihan kepada pemerintah di dalamnya? Bukankah banknya sendiri sudah sehat?
-Masih misteri mengapa pemerintah Megawati melakukan kekonyolan yg sedemikian rupa. Namun beban hutangnya masih kita rasakan hingga kini
-Memang masalah OR BLBI ini adalah masalah kebijakan yg sulit dimintai pertanggung jawaban hukum. Namun nuansa kongkalikongnya sangat terasa
-Masih ada kejanggalan2 lain terkait BLBI ini. Terutama mengenai terbitnya SKL BLBI di masa pemerintahan Megawati
-Khusus untuk SKL BLBI rupanya mengandung unsur pidana korupsi yang indikasinya terlihat dari kasus Jaksa Urip yg telah divonis itu
-Apa dan bagaimana kasus SKL BLBI tersebut? Siapa yg harus bertanggung jawab atas skandal tsb?
-Untuk jawabannya silakan ikuti lanjutan kultwit ini besok. TO BE CONTINUED
-Nyalain sesuatu lagi yuuk... :)
11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar